Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Ngobrolin Teknologi 5 min read Maret 05, 2024

4 Langkah Penting PGN Saka dalam Menjalankan Pengelolaan Penurunan Emisi

admrozi
admrozi Author

PGN Saka atau PT Saka Energi yang merupakan anak usaha PT PGN subholding gas Pertamina, sekarang ini sedang fokus pada program dekarbonisasi yaitu mengurangi produksi emisi karbon (CO2) dengan Pengelolaan Penurunan Emisi di wilayah Indonesia. Dengan pengelolaan penurunan emisi perusahaan ini mentargetkan dapat menyumbangkan pengurangan emisi karbon sampai  30% hingga tahun 2030.

Untuk mendukung program dekarbinisasi tersebut, PGN SAKA sudah melakukan program inisiasi dekarbonisasi yang meliputi kebijakan efisiensi energi. PGN SAKA mengambil langkah penting dalam menjalankan pengelolaan pengurangan emisi dengan beberapa langkah penting diantaranya:

1. Solar Panel Offshore Sidayu (Blok Pangkah)

Penggunaan solar panen dilakukan sebagai penambah sumber energi yang mandiri untuk memberikan pasokan daya bagi peralatan listrik dalam proyek Sidayu. Dan proyek ini berada di Ujung Pangkah, Jawa Timur. Solar panel berkapasitas 18.36 kWp dipasang untuk pemenuhan kebutuhan akan listrik di Well Head Platform C (WHP-C) dan WHP-D. Proyek ini dapat mengurangi emisi sebesar 67,42 ton CO2 per semester, dengan perkiraan penghematan sebesar 25,052 liter solar.

2. Carbon Offset

Carbon offset adalah program dinisiasi supaya proses produksi gas yang menghasilkan emisi gas CO2 dapat berkurang. Dikatakan bahwa langkah tersebut dilakukan dengan menanam tanaman mangrove di sekitar daerah PGN Saka. Menurut Avep direktur utama PGN Saka, inovasi carbon offset tersebut dilakukan dengan menanam mangrove di area industri diharapkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dan program ini berpotensi mereduksi  emisi sebesar 1.687 tion CO2 equivalen per tahun.

3. Gas Buang Turbin

Direktur utama PT Saka mengklaim bahwa perusahaan juga memanfaatkan gas buang Turbine Generator (GTG). Gas buang yang keluar dari GTG direcovery menggunakan absorption chiller. Dimana gas turbin generator yang beroperasi di offshore dan onshore menghasilkan gas buang dengan suhu yang cukup tinggi. Dan pemanfaatan gas buang Gas Turbine Generator mengurangi emisi sebesar 1.687 ton CO2 equivalen per tahun dengan potensi penghematan energy sebesar 34.047 MMSCF.

4. Substitusi Gas Engine dengan Electric Driven Flash Gas Compressor

Selanjutnya PGN Saka juga terdorong untuk mengimplementasikan program tersebut katena engine pada flash gas compressor masih menghasilkan emisi CO2. Dan program ini mampu mengurangi emisi sebesar 4.143 ton CO2 equivalen per tahun dengan potensi penghematan energy sebesar 41,3 MMSCF.

PGN SAKA sebagai salah perusahaan hulu migas turut berpartisipasi dalam usaha mereduksi emisi gas rumah kaca di Indonesia dengan Pengelolaan Penurunan Emisi dan berfokus dengan menggunakan sumber energi terbarukan dengan menggunakan tenaga surya dan teknologi-teknologi operasi yang lebih ramah lingkungan.