Pembentukan struktur partai politik di tingkat daerah kerap kali dipandang sebagai proses administratif yang bersifat formal dan teknis. Namun, realitas di lapangan menunjukkan gambaran yang jauh lebih dalam dan kompleks. Di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, proses pembentukan struktur DPD Partai Gerakan Rakyat menjadi bukti nyata bahwa membangun organisasi politik bukan sekadar menyusun nama dalam struktur, melainkan sebuah perjalanan panjang yang sarat dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan yang tidak kecil.
Dalam upaya memenuhi target pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di minimal 50 persen dari 32 kecamatan, para pengurus tidak hanya bekerja di balik meja atau mengandalkan dokumen administratif. Mereka harus turun langsung ke lapangan, menyusuri wilayah demi wilayah, menghadapi kondisi geografis yang beragam, serta berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan berbeda terhadap dunia politik.
Sekretaris DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Kuningan, Caca Carsah, menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah perjuangan nyata yang membutuhkan ketahanan mental, energi besar, dan komitmen yang kuat dari seluruh tim di daerah.
“Ini bukan sekadar soal target atau struktur organisasi. Ini adalah perjalanan panjang yang benar-benar menguras tenaga, waktu, dan pengorbanan kami di lapangan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tantangan terbesar bukan hanya terkait teknis organisasi, tetapi juga kondisi sosial masyarakat. Tingkat kepercayaan publik terhadap dunia politik masih menjadi tantangan yang nyata. Tidak sedikit masyarakat yang bersikap hati-hati, bahkan skeptis, terhadap ajakan untuk terlibat dalam struktur partai politik.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak membuat para pengurus berhenti melangkah. Mereka memilih untuk tetap hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang lebih personal, terbuka, dan humanis. Setiap kunjungan dilakukan secara langsung, dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya, dengan tujuan membangun kembali komunikasi dan kepercayaan yang selama ini mungkin mulai renggang.
“Kami turun langsung ke lapangan, mendatangi masyarakat satu per satu. Ada yang menyambut dengan baik, ada juga yang masih ragu. Tapi kami tidak berhenti, karena kami percaya perubahan hanya bisa dibangun dari bawah,” jelas Caca.
Pendekatan ini bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan keteguhan hati untuk terus bergerak meski menghadapi penolakan atau keraguan. Setiap pertemuan dengan masyarakat menjadi bagian penting dari proses panjang untuk menunjukkan bahwa politik juga bisa hadir secara dekat, jujur, dan membangun.
Namun perjuangan tersebut tidak hanya diwarnai oleh tantangan sosial dan emosional. Di tengah padatnya aktivitas lapangan, tim DPD Kuningan juga menghadapi peristiwa yang tidak terduga dan cukup berat, yaitu kecelakaan saat menjalankan tugas organisasi.
Insiden tersebut berdampak serius pada salah satu pengurus, yakni Ketua Bendahara DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Kuningan, Atik Suhartiati, yang harus menjalani perawatan intensif dan tindakan operasi akibat patah tulang. Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi seluruh tim, sekaligus pengingat bahwa perjuangan di lapangan memiliki risiko nyata yang tidak dapat diabaikan.
“Ketika kejadian itu terjadi, kami semua benar-benar terpukul. Ini bukan hanya tentang pekerjaan organisasi, tetapi juga tentang keselamatan rekan kami sendiri,” ungkap Caca dengan nada penuh keprihatinan.
Meski demikian, peristiwa tersebut tidak mematahkan semangat perjuangan. Justru sebaliknya, kejadian itu memperkuat solidaritas internal dan mempertegas kembali makna dari perjuangan yang sedang mereka jalani. Di tengah kesulitan, mereka belajar bahwa kebersamaan dan komitmen menjadi kekuatan utama untuk terus melangkah.
Caca menekankan bahwa banyak orang mungkin hanya melihat hasil akhir berupa struktur organisasi yang terbentuk rapi atau laporan yang tersusun sistematis. Namun di balik itu semua, terdapat proses panjang yang tidak terlihat: perjalanan melelahkan, waktu yang terkuras, serta risiko yang harus dihadapi secara langsung di lapangan.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa di balik setiap laporan, ada kerja keras yang tidak terlihat. Ada pengorbanan, ada lelah, dan ada risiko yang kami tanggung langsung di lapangan,” tegasnya.
Ia juga berharap agar perjuangan yang dilakukan oleh pengurus di tingkat daerah tidak hanya dipandang sebagai bagian administratif, tetapi sebagai fondasi penting dalam membangun kekuatan organisasi secara keseluruhan. Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur di tingkat pusat, tetapi juga oleh kerja keras yang dilakukan di akar rumput.
“Oleh karena itu, jika suatu saat partai ini tumbuh dan berkembang besar, kami berharap perjuangan dari bawah ini tidak dilupakan,” tutupnya.
Kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa politik di tingkat daerah bukan hanya tentang strategi dan struktur, tetapi juga tentang manusia di dalamnya—tentang keteguhan, keberanian, dan pengorbanan yang menjadi fondasi utama dari sebuah gerakan yang ingin tumbuh, bertahan, dan dipercaya oleh masyarakat luas.